4 golongan manusia menurut al quran

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di Stempelexpress.co.id. Dalam perjalanan hidup manusia, kita akan bertemu dengan berbagai macam orang dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda. Sifat-sifat tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor agama. Dalam konteks agama Islam, Al-Qur’an telah menggolongkan manusia ke dalam empat kategori yang menggambarkan karakteristik dan sifat dasar mereka.

Pembagian golongan ini menjadi penting untuk dipahami karena dapat membantu kita dalam memahami diri sendiri, orang lain, dan membangun hubungan yang harmonis dalam masyarakat. Dengan mengenal golongan-golongan manusia menurut Al-Qur’an, kita dapat memperoleh panduan untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai agama dan sosial.

Pengantar: Golongan Manusia dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam menyebutkan secara jelas adanya empat golongan manusia. Golongan-golongan tersebut digambarkan dalam firman Allah SWT dalam surat Al-Mumtahanah ayat 10-11:

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, mereka lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Mumtahanah: 10)

Selain itu, pada ayat berikutnya, Allah SWT juga berfirman:

“Orang-orang yang bermukim di Madinah dan beriman (kepada Nabi Muhammad), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka sama sekali tidak mempunyai keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada orang-orang yang berhijrah itu. Mereka mengutamakan (orang-orang muhajir) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka juga dalam kesusahan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Mumtahanah: 11)

Dari kedua ayat di atas, para ulama dan ahli tafsir menyimpulkan adanya empat golongan manusia yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Keempat golongan tersebut adalah:

  • Golongan Muhajirin
  • Golongan Anshar
  • Golongan Mukminin yang berhijrah
  • Golongan Mukminin yang menetap

Pembagian golongan ini memiliki makna dan implikasi yang luas dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memahami karakteristik dan sifat-sifat dari masing-masing golongan manusia tersebut.

1. Golongan Muhajirin

Pengertian Muhajirin

Muhajirin secara bahasa berarti orang-orang yang melakukan hijrah, yaitu berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dalam konteks Islam, Muhajirin merujuk pada orang-orang yang berhijrah dari Mekah ke Madinah pada masa awal penyebaran Islam.

Ciri-ciri Muhajirin

Beberapa ciri-ciri khas dari golongan Muhajirin adalah:

  • Meninggalkan kampung halaman dan tanah air mereka demi membela agama Islam
  • Mengorbankan harta benda dan keluarga demi perjuangan menegakkan ajaran Allah SWT
  • Berani menghadapi segala rintangan dan kesulitan dalam menegakkan agama
  • Memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat
  • Menjadi teladan bagi umat Islam dalam beribadah dan berakhlak

Kelebihan dan Kekurangan Muhajirin

Golongan Muhajirin memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan Kekurangan
  • Memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat
  • Berani berkorban demi agama
  • Menjadi teladan bagi umat Islam
  • Meninggalkan kampung halaman dan keluarga
  • Menghadapi kesulitan dan rintangan dalam hijrah
  • Merasa asing di tempat baru

2. Golongan Anshar

Pengertian Anshar

Anshar secara bahasa berarti penolong atau pembela. Dalam sejarah Islam, Anshar adalah penduduk asli Madinah yang menyambut kedatangan kaum Muhajirin dan membantu mereka dalam segala hal.

Ciri-ciri Anshar

Beberapa ciri-ciri khas dari golongan Anshar adalah:

  • Menyambut kedatangan kaum Muhajirin dengan tangan terbuka
  • Membantu kaum Muhajirin dengan harta benda, tempat tinggal, dan dukungan moral
  • Membela kaum Muhajirin dari serangan musuh
  • Memiliki sifat dermawan, suka menolong, dan mengutamakan kepentingan orang lain

Kelebihan dan Kekurangan Anshar

Golongan Anshar memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan Kekurangan
  • Memiliki sifat dermawan dan suka menolong
  • Membela kaum Muhajirin dari serangan musuh
  • Mengutamakan kepentingan orang lain
  • Terkadang merasa tersaingi oleh kaum Muhajirin
  • Merasa dianaktirikan oleh pemerintah Madinah
  • Sulit menerima perbedaan pendapat

3. Golongan Mukminin yang Berhijrah

Pengertian Mukminin yang Berhijrah

Mukminin yang berhijrah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan berhijrah dari daerah yang dikuasai oleh kaum kafir ke daerah yang dikuasai oleh kaum Muslim.

Ciri-ciri Mukminin yang Berhijrah

Beberapa ciri-ciri khas dari golongan Mukminin yang berhijrah adalah:

  • Beriman kepada Allah SWT dan mengikuti ajaran Islam
  • Berkorban harta benda dan keluarga demi membela agama Islam
  • Tetap beriman dan taat kepada Allah SWT meskipun berada di lingkungan yang berbeda
  • Menjadi teladan bagi sesama Muslim dalam beribadah dan berakhlak

Kelebihan dan Kekurangan Mukminin yang Berhijrah

Golongan Mukminin yang berhijrah memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan Kekurangan
  • Memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat
  • Berani berkorban demi agama
  • Menjadi teladan bagi sesama Muslim
  • Meninggalkan kampung halaman dan keluarga
  • Menghadapi kesulitan dan rintangan dalam hijrah
  • Merasa asing di tempat baru

4. Golongan Mukminin yang Menetap

Pengertian Mukminin yang Menetap

Mukminin yang menetap adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan tetap tinggal di daerah yang dikuasai oleh kaum kafir.

Ciri-ciri Mukminin yang Menetap

Beberapa ciri-ciri khas dari golongan Mukminin yang menetap adalah:

  • Beriman kepada Allah SWT dan mengikuti ajaran Islam
  • Sabar dan tabah dalam menghadapi kesulitan dan rintangan
  • Berusaha menyebarkan ajaran Islam secara damai
  • Menjadi teladan bagi kaum kafir dalam beribadah dan berakhlak

Kelebihan dan Kekurangan Mukminin yang Menetap

Golongan Mukminin yang menetap memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: