menurut jumhur ulama hukum berqurban adalah

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di stempelexpress.co.id! Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai hukum berkurban menurut jumhur ulama. Sebagai salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam, berkurban memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang akan dibahas dalam artikel ini. Yuk, mari kita simak bersama!

Pendahuluan

Pengertian Kurban

Kurban adalah penyembelihan hewan ternak yang dilakukan pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha) sebagai bentuk ibadah dan penghambaan diri kepada Allah SWT.

Dasar Hukum Berkurban

Hukum berkurban termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 28 dan 34, serta hadis Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Hukum Berkurban Menurut Jumhur Ulama

Jumhur ulama (mayoritas ulama) sepakat bahwa hukum berkurban adalah fardhu ‘ain, yaitu wajib bagi setiap muslim yang mampu dan memenuhi syarat-syarat tertentu.

Syarat Wajib Berkurban

Syarat wajib berkurban menurut jumhur ulama adalah sebagai berikut:

  • Muslim
  • Baligh (dewasa)
  • Berakal sehat
  • Mampu secara finansial
  • Memiliki kelebihan rezeki (nishab)

Hewan Kurban yang Sah

Hewan kurban yang sah adalah hewan ternak yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti:

  • Kambing, domba, sapi, atau kerbau
  • Sehat dan tidak cacat
  • Mencapai usia tertentu (minimal satu tahun untuk kambing/domba, dua tahun untuk sapi/kerbau)

Waktu Penyembelihan Kurban

Waktu penyembelihan kurban dimulai dari setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha).

Kelebihan Berkurban

Mengikuti Sunnah Nabi

Berkurban merupakan ibadah yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW. dengan banyak keutamaannya.

Mengharapkan Ridha Allah SWT

Dengan berkurban, umat Islam berharap mendapatkan ridha dan ampunan dari Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan.

Menebusnya Dosa

Tiap helai bulu hewan kurban yang disembelih akan menjadi penghapus dosa bagi yang berkurban.

Memperkuat Persaudaraan dan Solidaritas

Daging kurban dianjurkan untuk dibagikan kepada yang membutuhkan, sehingga mempererat tali persaudaraan dan solidaritas sesama Muslim.

Menunjukkan Kepatuhan kepada Allah SWT

Berkurban merupakan wujud kepatuhan dan penghambaan diri kepada Allah SWT dalam menjalankan perintah-Nya.

Mendapatkan Pahala yang Berlimpah

Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah bagi orang-orang yang berkurban.

Kekurangan Berkurban

Biaya yang Relatif Mahal

Hewan kurban yang sah umumnya berharga cukup mahal, sehingga bagi sebagian orang menjadi kendala untuk berkurban.

Penyiapan dan Penyembelihan yang Repot

Proses persiapan dan penyembelihan hewan kurban membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit.

Potensi Penyiksaan Hewan

Jika penyembelihan hewan kurban tidak dilakukan dengan benar, hal itu dapat mengakibatkan penyiksaan terhadap hewan.

Persoalan Distribusi Daging Kurban

Pada beberapa kasus, distribusi daging kurban tidak merata, sehingga menimbulkan kesenjangan bagi yang membutuhkan.

Terlalu Fokus pada Tradisi

Bagi sebagian orang, berkurban telah menjadi tradisi dan kebiasaan semata, tanpa pemahaman yang mendalam tentang makna ibadahnya.

Tabel Hukum Berkurban Menurut Jumhur Ulama

Syarat Ketentuan
Hukum Fardhu ‘ain (wajib)
Objek Hewan ternak yang sah (kambing, domba, sapi, kerbau)
Waktu Setelah shalat Idul Adha hingga akhir hari tasyrik
Syarat Wajib Muslim, baligh, berakal sehat, mampu secara finansial
Syarat Hewan Sehat, tidak cacat, mencapai usia tertentu

FAQ

  1. Mengapa berkurban hukumnya fardhu ‘ain?
  2. Hewan apa saja yang sah untuk dijadikan hewan kurban?
  3. Kapan waktu penyembelihan kurban?
  4. Apa saja kelebihan berkurban?
  5. Apakah ada kekurangan dalam berkurban?
  6. Apakah boleh berkurban dengan cara patungan?
  7. Berapa besaran nishab untuk wajib berkurban?
  8. Apakah hewan kurban yang cacat boleh disembelih?
  9. Bagaimana cara mendistribusikan daging kurban secara merata?
  10. Apa hikmah dari berkurban?
  11. Apakah pahala berkurban sebanding dengan harga hewan kurban?
  12. Bagaimana jika tidak mampu berkurban pada tahun ini?

Kesimpulan

Menurut jumhur ulama, hukum berkurban adalah fardhu ‘ain, yaitu wajib bagi setiap muslim yang mampu dan memenuhi syarat. Berkurban memiliki banyak kelebihan, di antaranya mengikuti sunnah Nabi, mengharapkan ridha Allah, menebus dosa, memperkuat persaudaraan, menunjukkan kepatuhan kepada Allah, dan mendapatkan pahala yang berlimpah. Meskipun ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, seperti biaya yang relatif mahal dan potensi penyiksaan hewan, ibadah kurban tetap merupakan bentuk penghambaan diri kepada Allah yang sangat dianjurkan. Para umat Islam yang mampu diharapkan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai wujud ketaatan dan rasa syukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Penutup atau Disclaimer

Semua informasi yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari sumber yang terpercaya dan valid. Namun, kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau masalah yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Konsultasikan dengan ulama atau ahli agama setempat untuk mendapatkan panduan dan fatwa yang lebih akurat sesuai dengan kondisi dan situasi Anda.