pengertian mad menurut ilmu tajwid adalah

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di stempelexpress.co.id. Sebagai umat Muslim, kita wajib memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan benar, termasuk dalam hal membaca Al-Qur’an. Salah satu aspek penting dalam membaca Al-Qur’an adalah memahami ilmu tajwid, yaitu ilmu yang mengatur tentang aturan-aturan pelafalan huruf dan kata-kata dalam Al-Qur’an. Salah satu materi penting dalam ilmu tajwid adalah tentang “mad”, yaitu memanjangkan bacaan huruf tertentu dalam Al-Qur’an.

Mad merupakan salah satu kaidah penting dalam ilmu tajwid yang perlu dipahami dengan benar. Penguasaan mad akan sangat membantu para pembaca Al-Qur’an dalam melafalkan huruf-huruf dan kata-kata dalam Al-Qur’an dengan tepat dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang pengertian mad menurut ilmu tajwid, beserta jenis-jenis, hukum, dan contoh-contohnya.

Pengertian Mad

Pengertian Secara Umum

Mad secara bahasa berarti “panjang”. Dalam istilah ilmu tajwid, mad adalah memanjangkan bacaan huruf tertentu dalam Al-Qur’an sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Mad merupakan salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid yang wajib diperhatikan dan diamalkan oleh setiap pembaca Al-Qur’an. Hal ini bertujuan agar bacaan Al-Qur’an menjadi sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Pengertian Menurut Ulama

Menurut Imam Asy-Syathibi dalam kitab Al-Burhan, mad adalah memanjangkan bacaan huruf-huruf tertentu dalam Al-Qur’an hingga mencapai batas tertentu. Batas minimal memanjangkan bacaan huruf mad adalah dua harakat, yaitu setara dengan dua ketukan. Sedangkan batas maksimal memanjangkan bacaan huruf mad adalah enam harakat, yaitu setara dengan enam ketukan.

Jenis-Jenis Mad

Mad Asli

Mad asli adalah mad yang terdapat pada teks Al-Qur’an itu sendiri. Mad asli terbagi menjadi dua jenis, yaitu mad thabi’i dan mad far’i. Mad thabi’i adalah mad yang terjadi karena adanya huruf mad yang diikuti oleh huruf hamzah atau alif dalam kata yang sama. Sedangkan mad far’i adalah mad yang terjadi karena adanya huruf mad yang diikuti oleh huruf sukun di dalam kata yang sama.

Mad Iwadhi

Mad iwadhi adalah mad yang terjadi karena adanya huruf hamzah atau alif yang dibuang di teks Al-Qur’an. Mad iwadhi terbagi menjadi dua jenis, yaitu mad arid lissukun dan mad arid lisyiddah. Mad arid lissukun adalah mad yang terjadi karena adanya huruf hamzah atau alif yang dibuang yang diikuti oleh huruf sukun. Sedangkan mad arid lisyiddah adalah mad yang terjadi karena adanya huruf hamzah atau alif yang dibuang yang diikuti oleh huruf berharakat tasydid.

Mad Aridh Bi Sabab Faslah

Mad aridh bi sabab faslah adalah mad yang terjadi karena adanya pemisahan antara dua kata yang terdapat huruf mad di akhir kata pertama dan waqaf pada kata pertama tersebut. Mad aridh bi sabab faslah terbagi menjadi dua jenis, yaitu mad lazim dan mad jaiz. Mad lazim adalah mad yang terjadi karena adanya pertemuan huruf mad dengan huruf qalqalah atau lam ta’rif yang dibaca dengan tebal. Sedangkan mad jaiz adalah mad yang terjadi karena adanya pertemuan huruf mad dengan huruf yang dibaca secara biasa.

Hukum Mad

Hukum Membaca Mad

Hukum membaca mad terbagi menjadi tiga, yaitu wajib, jaiz, dan haram. Mad wajib adalah mad yang harus dibaca panjang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Mad jaiz adalah mad yang boleh dibaca panjang atau pendek. Sedangkan mad haram adalah mad yang tidak boleh dibaca panjang.

Hukum Memutus Mad

Ada beberapa situasi di mana mad dapat dibaca pendek atau putus. Situasi tersebut antara lain ketika terdapat huruf yang berharakat sukun setelah huruf mad, ketika terdapat huruf waqaf setelah huruf mad, dan ketika terdapat mad jaiz yang tidak dibaca panjang.

Manfaat Mad

Membaca mad dengan benar memiliki banyak manfaat, antara lain:

  • Membantu memahami makna Al-Qur’an dengan lebih baik
  • Menambah keindahan bacaan Al-Qur’an
  • Menjadi salah satu cara beribadah kepada Allah SWT
  • Menjadi bekal pahala di akhirat nanti

Kesimpulan

Mad adalah salah satu kaidah penting dalam ilmu tajwid yang perlu dipahami dengan benar oleh setiap pembaca Al-Qur’an. Memahami dan mengamalkan mad dengan baik akan membantu kita dalam melafalkan huruf-huruf dan kata-kata dalam Al-Qur’an dengan tepat dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Hal ini dapat membantu kita dalam memahami makna Al-Qur’an dengan lebih baik, menambah keindahan bacaan Al-Qur’an, dan menjadi salah satu cara beribadah kepada Allah SWT.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian mad menurut ilmu tajwid. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Teruslah belajar dan berlatih membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar agar kita dapat memahami ajaran agama dengan lebih baik dan memperoleh pahala yang berlimpah dari Allah SWT.