pengertian motivator menurut para ahli

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di Stempelexpress.co.id! Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas pengertian motivator menurut para ahli, lengkap dengan kelebihan, kekurangan, dan informasi pendukung yang akan membantu Anda memahami peran krusial seorang motivator dalam memotivasi individu.

Pendahuluan

Motivasi merupakan kekuatan pendorong yang menggerakkan individu untuk bertindak. Dalam meraih tujuan, kehadiran motivator sangat penting untuk menginspirasi, membimbing, dan memberdayakan orang lain. Berbagai ahli telah mengemukakan definisi tentang motivator, yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Definisi motivator menurut para ahli tidak lepas dari aspek psikologis dan sosial yang memengaruhi perilaku manusia. Motivator memainkan peran penting dalam berbagai bidang, mulai dari dunia kerja hingga pengembangan pribadi. Memahami pengertian motivator akan membantu Anda memanfaatkan potensi mereka secara optimal.

Sebelum mendalami pengertian motivator menurut para ahli, mari kita telaah definisi umum motivasi yang menjadi landasan pembahasan kita.

Motivasi adalah proses psikologis yang mengarah pada tindakan. Tindakan tersebut dapat berupa upaya untuk mencapai tujuan tertentu atau mempertahankan keadaan tertentu. Motivasi mendorong individu untuk mengarahkan energi dan sumber daya mereka menuju tujuan yang diinginkan.

Ada beragam jenis motivasi, mulai dari motivasi intrinsik (yang berasal dari dalam diri individu) hingga motivasi ekstrinsik (yang berasal dari luar individu). Motivator memainkan peran penting dalam menumbuhkan dan memelihara motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik.

Pengertian Motivator Menurut Para Ahli

1. Menurut Abraham Maslow

Menurut ahli psikologi humanistik Abraham Maslow, motivator adalah individu yang mampu membangkitkan kebutuhan hierarkis individu. Kebutuhan hierarkis ini meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.

Motivator, dalam pandangan Maslow, adalah orang yang membantu individu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut melalui motivasi dan bimbingan. Mereka mendorong individu untuk mencapai potensi penuh mereka dan mewujudkan tujuan hidup mereka.

2. Menurut Frederick Herzberg

Frederick Herzberg, seorang ahli psikologi industri, membedakan antara faktor higienes dan faktor motivasi. Faktor higienes adalah faktor yang mencegah ketidakpuasan, seperti gaji, kondisi kerja, dan tunjangan. Sedangkan faktor motivasi adalah faktor yang mendorong kepuasan, seperti pengakuan, tanggung jawab, dan kesempatan kemajuan.

Menurut Herzberg, motivator adalah individu yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi motivasi. Mereka fokus pada penyediaan faktor motivasi, yang akan meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan.

3. Menurut Victor Vroom

Victor Vroom, seorang ahli teori motivasi, mengajukan teori ekspektansi motivasi. Menurut Vroom, motivasi dipengaruhi oleh tiga faktor: valensi, ekspektasi, dan instrumentalitas. Valensi adalah nilai yang diberikan individu terhadap hasil, ekspektasi adalah keyakinan individu bahwa usahanya akan mengarah pada hasil yang diinginkan, dan instrumentalitas adalah keyakinan individu bahwa hasil yang diinginkan akan mengarah pada hadiah atau penghargaan.

Motivator, dalam pandangan Vroom, adalah individu yang mampu meningkatkan valensi hasil, meningkatkan ekspektasi, dan memperjelas instrumentalitas. Mereka membantu individu melihat nilai dari tujuan, memperkuat keyakinan mereka pada kemampuan mereka, dan menunjukkan bagaimana upaya mereka akan dihargai.

4. Menurut Douglas McGregor

Douglas McGregor, seorang ahli teori manajemen, mengembangkan Teori X dan Teori Y. Teori X berpendapat bahwa karyawan pada dasarnya malas dan tidak mau bekerja. Sebaliknya, Teori Y berpendapat bahwa karyawan pada dasarnya termotivasi dan bersedia bekerja.

Menurut McGregor, motivator adalah individu yang mengikuti prinsip-prinsip Teori Y. Mereka percaya pada potensi karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan karyawan berkembang dan berprestasi. Mereka memberdayakan karyawan, memberikan otonomi, dan memfasilitasi pertumbuhan.

5. Menurut Bernard Weiner

Bernard Weiner, seorang ahli psikologi sosial, mengembangkan teori atribusi motivasi. Teori ini menjelaskan bagaimana individu mengatribusikan kesuksesan dan kegagalan pada faktor-faktor internal (kemampuan, usaha) atau eksternal (kesulitan tugas, keberuntungan). Atribusi ini memengaruhi motivasi untuk upaya masa depan.

Motivator, dalam pandangan Weiner, adalah individu yang membantu individu mengembangkan atribusi yang positif. Mereka mendorong individu untuk mengaitkan kesuksesan dengan faktor internal dan kegagalan dengan faktor eksternal. Hal ini meningkatkan motivasi untuk upaya berkelanjutan.

6. Menurut John Atkinson

John Atkinson, seorang ahli psikologi sosial, mengembangkan teori motivasi prestasi. Teori ini menyatakan bahwa motivasi prestasi didorong oleh tiga kebutuhan: kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan afiliasi, dan kebutuhan akan kekuasaan.

Motivator, dalam pandangan Atkinson, adalah individu yang memahami dan memenuhi kebutuhan ini. Mereka menciptakan lingkungan kerja yang menantang dan memberikan peluang bagi individu untuk mencapai prestasi. Mereka juga memfasilitasi hubungan sosial dan mendukung kebutuhan akan afiliasi dan kekuasaan.

7. Menurut Albert Bandura

Albert Bandura, seorang ahli psikologi sosial, mengembangkan teori pembelajaran sosial. Teori ini menjelaskan bagaimana individu belajar melalui pengamatan, peniruan, dan penguatan. Motivasi memengaruhi pembelajaran sosial dengan memengaruhi perhatian, retensi, dan kinerja.

Motivator, dalam pandangan Bandura, adalah individu yang menyajikan model perilaku yang positif dan memotivasi. Mereka menunjukkan bagaimana mencapai tujuan, mengatasi tantangan, dan mempertahankan motivasi bahkan dalam menghadapi kesulitan.