pengertian pancasila menurut para ahli

Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli

Kata Pembuka

Halo selamat datang di stempelexpress.co.id, situs berita dan opini terkini yang menyajikan informasi dari berbagai sumber kredibel dan terpercaya. Dalam artikel ini, kami akan mengupas tuntas pengertian Pancasila menurut pandangan para ahli dan membahas kelebihan serta kekurangan teori-teori yang dikemukakan. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan dan pemahaman Anda tentang dasar negara Indonesia yang luhur.

Pendahuluan

Pancasila merupakan ideologi dan dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pengertian Pancasila sendiri memiliki makna dan esensi yang mendalam, dan telah dijabarkan oleh para ahli dari berbagai perspektif.

Rumusan Pancasila disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun, nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya telah tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan. Oleh karena itu, memahami pengertian Pancasila menurut para ahli sangat penting untuk menggali akar sejarah dan makna filosofis dari ideologi ini.

1. Pengertian Pancasila Menurut Soekarno

Soekarno, sebagai tokoh proklamator dan Presiden pertama Indonesia, memberikan pengertian Pancasila sebagai berikut:

Lima dasar yang di dalam suatu staat (negara), dalam suatu masjarakat ada lima dasar, yaitu nasionaliasme, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan Ketuhanan.

Dalam pandangan Soekarno, Pancasila merupakan perwujudan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kelima sila tersebut saling berkaitan dan membentuk kesatuan yang utuh.

2. Pengertian Pancasila Menurut Mohammad Hatta

Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Indonesia, mendefinisikan Pancasila sebagai:

Pancasila adalah dasar filsafat negara Indonesia, yang terdiri dari lima dasar, yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme, demokrasi, keadilan sosial, dan Ketuhanan.

Hatta menekankan bahwa Pancasila merupakan dasar filsafat negara yang bersifat universal dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pancasila bukan hanya milik bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia.

3. Pengertian Pancasila Menurut Notonagoro

Notonagoro, mantan Ketua BPUPKI, memberikan pengertian Pancasila sebagai:

Pancasila adalah suatu susunan nilai-nilai dasar yang tersusun secara sistematis dari sila ke sila dalam suatu kesatuan yang utuh dan bulat.

Menurut Notonagoro, Pancasila merupakan sebuah sistem nilai yang terstruktur dan sistematis. Kelima sila memiliki hubungan yang saling terkait dan membentuk sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

4. Pengertian Pancasila Menurut Kaelan

Kaelan, seorang pakar filsafat Pancasila, mendefinisikan Pancasila sebagai:

Pancasila adalah dasar falsafah negara dan bangsa Indonesia yang berisi lima dasar, yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Kaelan menekankan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan, baik di tingkat individu maupun masyarakat.

5. Pengertian Pancasila Menurut Miriam Budiardjo

Miriam Budiardjo, seorang pakar ilmu politik, memberikan pengertian Pancasila sebagai:

Pancasila adalah suatu sistem nilai yang terdiri dari nilai-nilai dasar yang digunakan sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia.

Miriam Budiardjo melihat Pancasila sebagai sebuah sistem nilai yang memberikan arah dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan sumber nilai dan norma yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh warga negara Indonesia.

6. Pengertian Pancasila Menurut Sartono Kartodirjo

Sartono Kartodirjo, seorang sejarawan Indonesia, mendefinisikan Pancasila sebagai:

Pancasila adalah suatu pandangan hidup yang merupakan sintesis dari nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia.

Menurut Kartodirjo, Pancasila bukan hanya sebuah ideologi yang diciptakan oleh para pendiri bangsa, tetapi juga merupakan cerminan dari nilai-nilai budaya yang sudah ada di masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu.

7. Pengertian Pancasila Menurut Harun Nasution

Harun Nasution, seorang pakar ilmu agama, memberikan pengertian Pancasila sebagai:

Pancasila adalah suatu sistem nilai yang berakar pada agama-agama besar di Indonesia.

Nasution melihat bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki kesamaan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama-agama besar yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Pancasila menjadi titik temu dan persatuan bagi seluruh warga negara yang memiliki perbedaan keyakinan agama.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli

Kelebihan:

1. Menambah khazanah pemahaman tentang Pancasila dari berbagai perspektif.

2. Membantu mengidentifikasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.

3. Memberikan pedoman bagi umat manusia dalam menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

4. Mendorong pemikiran kritis dan mendalam tentang dasar negara Indonesia.

5. Memperkuat rasa bangga dan cinta tanah air.

6. Menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia.

7. Menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kekurangan:

1. Perbedaan penafsiran dapat menimbulkan kebingungan dan perbedaan pendapat.

2. Beberapa pengertian Pancasila dipengaruhi oleh kepentingan politik dan ideologis.

3. Pengertian Pancasila yang terlalu abstrak dapat menyulitkan penerapannya dalam kehidupan nyata.

4. Kurangnya perbandingan dengan ideologi atau nilai-nilai dasar lainnya.

5. Masih terdapat perdebatan mengenai sumber dan asal-usul Pancasila.

6. Interpretasi Pancasila dapat berubah seiring waktu dan perkembangan masyarakat.

7. Penerapan nilai-nilai Pancasila di lapangan masih menghadapi tantangan dan kendala.

Tabel Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli

| **Ahli** | **Pengertian Pancasila** |
|—|—|
| Soekarno | Perwujudan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. |
| Mohammad Hatta | Dasar filsafat negara Indonesia yang bersifat universal dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. |
| Notonagoro | Susunan nilai-nilai dasar yang tersusun secara sistematis dan membentuk kesatuan utuh. |
| Kaelan | Dasar falsafah negara dan bangsa Indonesia yang berisi nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan, dan keadilan. |
| Miriam Budiardjo | Sistem nilai yang menjadi dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia. |
| Sartono Kartodirjo | Pandangan hidup yang merupakan sintesis dari nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia. |
| Harun Nasution | Sistem nilai yang berakar pada agama-agama besar di Indonesia. |

FAQ

1. Apa saja nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila?

Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

2. Siapa yang merumuskan Pancasila?

Soekarno dan Mohammad Hatta.

3. Kapan Pancasila disahkan?

18 Agustus 1945.

4. Apa fungsi Pancasila?

Sebagai dasar negara, pedoman hidup bangsa, dan sumber inspirasi bagi pembangunan nasional.

5. Apa saja kelebihan Pancasila?

Universal, fleksibel, komprehensif, inspiratif, dan mempersatukan bangsa.

6. Apa saja tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila?

Pengaruh globalisasi, kesenjangan sosial, dan korupsi.

7. Bagaimana cara memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat?

Dengan meneladani nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mengedukasi generasi muda, dan menegakkan hukum yang adil.

8. Apa saja pilar-pilar Pancasila?

<