pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli

Halo Selamat Datang di stempelexpress.co.id

Pendahuluan

Dalam dunia penelitian, metode kualitatif memegang peranan penting dalam mengeksplorasi fenomena sosial yang kompleks. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif mengutamakan pemahaman mendalam dan komprehensif tentang suatu topik melalui pengumpulan dan analisis data non-numerik.

Definisi penelitian kualitatif telah banyak dibahas oleh para ahli, masing-masing dengan penekanan dan pendekatan yang unik. Artikel ini mengulas secara komprehensif berbagai pengertian penelitian kualitatif menurut para ahli terkemuka, menyoroti kelebihan dan kekurangan masing-masing definisi.

Memahami pengertian penelitian kualitatif sangat penting bagi para peneliti yang ingin merancang dan melaksanakan studi kualitatif yang efektif. Artikel ini memberikan panduan mendalam tentang konsep dasar dan prinsip-prinsip yang mendasari pendekatan penelitian ini.

Dengan mengeksplorasi berbagai definisi dan perspektif tentang penelitian kualitatif, para peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang metode ini dan menerapkannya secara efektif untuk mengungkap wawasan yang berharga tentang fenomena sosial.

Definisi penelitian kualitatif menurut para ahli memberikan kerangka kerja untuk memahami pendekatan ini secara jelas. Artikel ini akan menjabarkan definisi-definisi tersebut, menganalisis kekuatan dan kelemahannya, dan menyajikan tabel komprehensif yang merangkum temuan utama.

Dengan mengungkap berbagai sudut pandang tentang penelitian kualitatif, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam dan praktis bagi para peneliti yang ingin memanfaatkan metode ini dalam studi mereka.

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

1. Denzin dan Lincoln (2005)

Denzin dan Lincoln mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai “penyelidikan interpretatif terhadap fenomena sosial yang menekankan pemahaman dan penafsiran daripada prediksi atau kontrol.” Definisi ini menekankan aspek interpretatif penelitian kualitatif, yang membedakannya dari metode kuantitatif.

Menurut Denzin dan Lincoln, peneliti kualitatif berusaha untuk memahami dunia dari sudut pandang partisipan dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi makna dan pengalaman yang subjektif, memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan sosial.

2. Creswell (2014)

Creswell mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai “pendekatan penelitian yang mengeksplorasi dan memahami fenomena sosial secara mendalam dan holistik.” Definisi ini menggarisbawahi tujuan penelitian kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang suatu topik.

Creswell menekankan pentingnya desain penelitian yang fleksibel dan iteratif, yang memungkinkan peneliti untuk menyesuaikan metode pengumpulan data mereka berdasarkan temuan awal. Pendekatan kualitatif juga berfokus pada konteks sosial dan budaya dari fenomena yang diteliti, mengakui pengaruh lingkungan terhadap perilaku dan pengalaman manusia.

3. Merriam dan Tisdell (2016)

Merriam dan Tisdell mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai “proses pengumpulan dan interpretasi data yang menghasilkan pemahaman mendalam tentang suatu fenomena.” Definisi ini menyoroti peran penting interpretasi dalam penelitian kualitatif, di mana peneliti mencari makna dan pola dalam data yang dikumpulkan.

Menurut Merriam dan Tisdell, penelitian kualitatif berfokus pada pengalaman langsung partisipan, mengakui perspektif subjektif dan pengetahuan yang dianut. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengembangkan teori yang didasarkan pada pemahaman mendalam tentang dunia sosial, memberikan kontribusi yang signifikan pada pengetahuan dan pemahaman kita tentang fenomena manusia.

4. Stake (2013)

Stake mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai “penyelidikan alami tentang peristiwa saat terjadi.” Definisi ini menekankan aspek observasional dari penelitian kualitatif, di mana peneliti mengamati fenomena yang terjadi secara alami dalam konteksnya.

Stake menekankan pentingnya memahami fenomena dalam konteks sosial dan budaya di mana mereka terjadi. Pendekatan naturalistiknya didasarkan pada keyakinan bahwa pandangan partisipan tentang dunia valid dan berharga, memberikan wawasan tentang kompleksitas pengalaman manusia.

5. Hammersley dan Atkinson (1995)

Hammersley dan Atkinson mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai “studi tentang perilaku, tindakan, dan makna sosial melalui metode observasi partisipatif dan analisis teks.” Definisi ini menyoroti pentingnya keterlibatan peneliti langsung dalam pemandangan sosial yang diteliti.

Menurut Hammersley dan Atkinson, penelitian kualitatif mencari pemahaman tentang makna dan pengalaman subjektif partisipan, mengakui pengaruh bahasa dan interaksi sosial pada perilaku dan tindakan manusia. Pendekatan ini berfokus pada pengumpulan data yang kaya dan deskriptif, memberikan wawasan mendalam tentang dunia sosial.

6. Elliott, Fischer, dan Rennie (1999)

Elliott, Fischer, dan Rennie mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai “pendekatan penelitian yang menekankan pemahaman subjektif dan kontekstual tentang fenomena sosial.” Definisi ini menggarisbawahi peran subjektivitas dalam penelitian kualitatif, di mana peneliti mengakui pengaruh perspektif dan nilai-nilai mereka pada proses penelitian.

Pendekatan Elliott, Fischer, dan Rennie berfokus pada interpretasi pengalaman partisipan, mengakui bahwa realitas bersifat subjektif dan dibangun secara sosial. Penelitian kualitatif, menurut mereka, adalah cara untuk mengungkap dan memahami berbagai perspektif dan makna yang dianut dalam dunia sosial.

7. Patton (2015)

Patton mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai “penelitian sistematis dan objektif yang menggunakan metode non-numerik untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang topik penelitian.” Definisi ini menggarisbawahi sifat sistematis dan objektif penelitian kualitatif.

Patton menekankan pentingnya desain penelitian yang matang dan metode pengumpulan data yang valid. Pendekatan penelitian kualitatif, menurutnya, memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi topik penelitian secara mendalam dan holistik, memberikan kontribusi yang berharga bagi pengetahuan dan pemahaman kita tentang fenomena sosial.

Kelebihan Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif menawarkan berbagai kelebihan yang menjadikannya pendekatan penelitian yang berharga untuk mengeksplorasi fenomena sosial:

1. Memahami Mendalam: Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang topik penelitian mereka, mengeksplorasi makna dan perspektif partisipan secara mendalam.

2. Konteks dan Holisme: Pendekatan penelitian kualitatif sangat cocok untuk memahami fenomena dalam konteks sosial dan budaya