sholawat wahidiyah menurut nu

Kata Pengantar

Halo selamat datang di stempelexpress.co.id. Pada kesempatan kali ini, kami akan mengupas tuntas tentang Sholawat Wahidiyah menurut Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai umat Islam, kita semua mengetahui bahwa sholawat merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Sholawat Wahidiyah memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri dalam tradisi NU. Artikel ini akan memberikan penjelasan komprehensif tentang sholawat ini, mulai dari sejarah, keutamaan, hingga panduan lengkap dalam mengamalkannya.

Pendahuluan

Sholawat: Ibadah yang Dianjurkan

Sholawat merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hal ini tertuang dalam berbagai ayat Alquran, seperti dalam Surat Al-Ahzab ayat 56: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Keistimewaan Sholawat Wahidiyah

Di antara sekian banyak sholawat, Sholawat Wahidiyah memiliki keistimewaan tersendiri. Sholawat ini telah menjadi tradisi di kalangan NU dan diamalkan oleh jutaan umat Islam di Indonesia. Keistimewaan ini tidak terlepas dari sejarah dan sanadnya yang jelas.

Sejarah Sholawat Wahidiyah

Sholawat Wahidiyah pertama kali diciptakan oleh Syekh Ahmad bin Zaeni Dahlan, seorang ulama asal Banten. Sholawat ini dinamakan “Wahidiyah” karena terdiri dari satu bait saja. Nama ini juga dikaitkan dengan kata “wahid” yang berarti “satu”, melambangkan keesaan Allah SWT.

Keutamaan Sholawat Wahidiyah

Mengamalkan Sholawat Wahidiyah memiliki banyak keutamaan. Di antara keutamaan tersebut, yaitu:

* Mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.
* Mendapat perlindungan dari segala marabahaya.
* Membuka pintu rezeki dan keberkahan.
* Menenangkan hati dan pikiran.
* Meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Isi Sholawat Wahidiyah

Sholawat Wahidiyah terdiri dari satu bait saja, yaitu:

“Shallallahu ‘ala Muhammad
Wa ‘ala alihi wa shahbihihi wa sallam”

Artinya:

“Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW,
Keluarga, dan sahabat-sahabatnya, serta mengucapkan salam sejahtera.”

Panduan Mengamalkan Sholawat Wahidiyah

Berikut adalah panduan lengkap dalam mengamalkan Sholawat Wahidiyah:

Waktu Terbaik Mengamalkan

Sholawat Wahidiyah dapat diamalkan kapan saja, terutama pada waktu-waktu mustajab, seperti:

* Setelah shalat fardhu.
* Saat masuk dan keluar masjid.
* Pada hari Jumat.
* Pada malam Lailatul Qadar.

Tata Cara Mengamalkan

* Berwudhu terlebih dahulu.
* Duduk dengan posisi sopan dan menghadap kiblat.
* Menutup mata dan menghayati setiap lafaz sholawat.
* Membaca Sholawat Wahidiyah sebanyak 100 kali atau lebih.

Adab Mengamalkan

* Mengamalkan Sholawat Wahidiyah dengan niat ikhlas karena Allah SWT.
* Membaca sholawat dengan suara yang jelas dan merdu.
* Menjaga ketenangan dan kekhusyukan selama mengamalkan sholawat.

Kelebihan dan Kekurangan Sholawat Wahidiyah

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan Sholawat Wahidiyah:

Kelebihan Sholawat Wahidiyah

* Ringkas dan mudah diamalkan.
* Mampu meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
* Memiliki keutamaan yang besar.
* Dapat diamalkan kapan saja.

Kekurangan Sholawat Wahidiyah

* Tidak dijumpai dalam sumber-sumber hadits.
* Beberapa ulama tidak menganjurkan mengamalkan sholawat yang tidak terdapat dalam hadits.
* Dapat menimbulkan kesyirikan jika diamalkan dengan berlebihan dan menuhankan sholawat.

Penjelasan Detail Sholawat Wahidiyah Menurut NU

Nahdlatul Ulama (NU) memandang Sholawat Wahidiyah sebagai suatu amalan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Namun, NU juga memberikan beberapa catatan penting dalam mengamalkannya:

Pandangan NU tentang Sholawat Wahidiyah

* NU memperbolehkan pengamalan Sholawat Wahidiyah dengan syarat tidak berlebihan dan tidak menuhankannya.
* NU menekankan pentingnya memahami keutamaan sholawat dengan benar agar tidak terjerumus dalam kesyirikan.
* NU menganjurkan agar umat Islam mengamalkan sholawat-sholawat yang terdapat dalam hadits shahih.

Penjelasan NU tentang Kelebihan Sholawat Wahidiyah

* Keutamaan Sholawat Wahidiyah yang disebutkan dalam masyarakat tidak ditemukan dalam sumber hadits yang shahih.
* Keutamaan yang sebenarnya dari Sholawat Wahidiyah adalah karena mengamalkannya merupakan bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Penjelasan NU tentang Kekurangan Sholawat Wahidiyah

* NU tidak mempermasalahkan jika Sholawat Wahidiyah diamalkan dengan ikhlas karena Allah SWT dan untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
* Namun, NU mengimbau umat Islam untuk berhati-hati agar tidak terjerumus dalam kesyirikan dengan menuhankan sholawat.

Tabel Informasi Lengkap Sholawat Wahidiyah

Aspek Informasi
Pencipta Syekh Ahmad bin Zaeni Dahlan
Nama Wahidiyah
Isi Shallallahu ‘ala Muhammad
Wa ‘ala alihi wa shahbihihi wa sallam
Waktu Terbaik Mengamalkan Setelah shalat fardhu, saat masuk dan keluar masjid, pada hari Jumat, pada malam Lailatul Qadar
Kelebihan Ringkas, mudah diamalkan, meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, memiliki keutamaan yang besar
Kekurangan Tidak terdapat dalam sumber hadits, berpotensi menimbulkan kesyirikan jika diamalkan berlebihan
Pandangan NU Memperbolehkan pengamalan, menekankan pentingnya memahami keutamaan dengan benar, menganjurkan pengamalan sholawat dalam hadits shahih

FAQ tentang Sholawat Wahidiyah

1. Bagaimana cara membaca Sholawat Wahidiyah yang benar?

Baca sholawat dengan suara yang jelas dan merdu, menutup mata, dan menghayati setiap lafaz sholawat.

2. Apakah Sholawat Wahidiyah bisa diamalkan setiap hari?

Ya, Sholawat Wahidiyah dapat diamalkan setiap hari, terutama pada waktu-waktu mustajab.

3. Apakah ada doa khusus setelah membaca Sholawat Wahidiyah?

Ya, setelah membaca Sholawat Wahidiyah, dianjurkan untuk membaca doa: “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”

4. Apakah Sholawat Wahidiyah dapat memberikan manfaat duniawi?

Selain manfaat spiritual, mengamalkan Sholawat Wahidiyah juga dapat memberikan manfaat duniawi, seperti membuka pintu rezeki dan keberkahan.

5. Apakah Sholawat Wahidiyah harus diamalkan dengan jumlah tertentu?

Tidak ada ketentuan khusus tentang jumlah tertentu, namun direkomendasikan untuk membaca Sholawat Wahidiyah setidaknya 100 kali.

6. Apakah Sholawat Wahidiyah dapat diamalkan oleh anak-anak?

Ya, Sholawat Wahidiyah dapat diamalkan oleh anak-anak sebagai bentuk pendidikan dan penanaman kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

7. Apa saja syarat mengamalkan Sholawat Wahidiyah menurut NU?

Syarat mengamalkan Sholawat Wahidiyah menurut NU adalah tidak berlebihan, tidak menuhankannya, dan dengan niat ikhlas karena Allah SWT.

8. Bagaimana cara mengamalkan Sholawat Wahidiyah dengan ikhlas?

Mengamalkan Sholawat Wahidiyah dengan ikhlas dilakukan dengan berniat hanya karena Allah SWT, meyakini keutamaannya, dan tidak mengharapkan imbalan apa pun.

9. Bagaimana menghindari kesyirikan dalam mengamalkan Sholawat Wahidiyah?

Hindari kesyirikan dengan memahami bahwa keutamaan Sholawat Wahidiyah berasal dari Allah SWT, bukan dari sholawat itu sendiri.

10. Apa dampak jika mengamalkan Sholawat Wahidiyah dengan berlebihan?

Mengamalkan Sholawat Wahidiyah dengan berlebihan dapat mengarah pada kesyirikan dan melalaikan kew