zakat menurut istilah

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di stempelexpress.co.id. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang zakat menurut istilah. Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas pengertian zakat menurut istilah, kelebihan dan kekurangannya, serta tata cara implementasinya.

Pendahuluan

Zakat merupakan kewajiban yang dibebankan kepada setiap Muslim yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Kata zakat berasal dari bahasa Arab yang artinya “suci”, “bersih”, atau “tumbuh”. Dalam konteks ibadah, zakat berarti membersihkan harta benda dari hak orang lain yang kurang mampu. Menunaikan zakat tidak hanya bermanfaat bagi penerima zakat, tetapi juga bagi pemberi zakat itu sendiri.

Kewajiban zakat telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis. Dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 60 menyebutkan, “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil yang mengurusnya, mualaf, hamba sahaya, orang yang berutang, orang yang berperang di jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan. Ketetapan itu dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Sedangkan dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menjalankan puasa Ramadan, dan mengerjakan haji ke Baitullah (jika mampu).”

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa zakat menurut istilah adalah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Jenis-Jenis Zakat

Terdapat dua jenis zakat yang wajib ditunaikan oleh umat Islam, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat ini berupa makanan pokok yang dibayarkan sebesar 3,5 liter atau 2,5 kilogram per jiwa.

Zakat Mal

Zakat mal adalah zakat yang wajib ditunaikan atas harta benda tertentu yang telah mencapai nisab dan haul. Nisab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati, sedangkan haul adalah jangka waktu kepemilikan harta tersebut selama satu tahun.

Syarat-Syarat Wajib Zakat

Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar seseorang wajib menunaikan zakat, antara lain:

* Beragama Islam
* Merdeka
* Dewasa atau baligh
* Berakal sehat
* Memiliki harta yang telah mencapai nisab dan haul

Kelebihan Zakat

Menunaikan zakat memiliki banyak kelebihan, baik bagi pemberi zakat maupun penerima zakat. Berikut ini adalah beberapa kelebihan zakat:

Bagi Pemberi Zakat

* Menjalankan perintah Allah SWT
* Mensucikan harta benda dari hak orang lain
* Mendapatkan pahala yang besar
* Terhindar dari sifat kikir dan tamak
* Menambah rezeki dan keberkahan

Bagi Penerima Zakat

* Membantu memenuhi kebutuhan hidup
* Menjaga keseimbangan sosial
* Menimbulkan rasa syukur dan kebahagiaan
* Membantu mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial

Kekurangan Zakat

Meskipun memiliki banyak kelebihan, zakat juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:

Sulitnya Menentukan Nisab dan Haul

Penentuan nisab dan haul seringkali menjadi permasalahan dalam penunaian zakat. Tidak semua harta benda memiliki nisab dan haul yang jelas.

Kurangnya Kesadaran Menunaikan Zakat

Masih banyak umat Islam yang belum sepenuhnya menyadari kewajiban menunaikan zakat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan pemahaman tentang zakat.

Pola Penyaluran Zakat yang Tidak Tepat Sasaran

Pola penyaluran zakat yang tidak tepat sasaran dapat mengurangi manfaat zakat. Penting untuk memastikan bahwa zakat disalurkan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.

Tata Cara Menunaikan Zakat

Tata cara menunaikan zakat berbeda-beda tergantung pada jenis zakat yang ditunaikan. Berikut ini adalah tata cara menunaikan zakat fitrah dan zakat mal:

Zakat Fitrah

Zakat fitrah ditunaikan dengan cara memberikan makanan pokok sebesar 3,5 liter atau 2,5 kilogram kepada orang yang berhak menerima zakat. Zakat fitrah dapat dibayarkan mulai dari awal Ramadan hingga sebelum shalat Idul Fitri.

Zakat Mal

Zakat mal ditunaikan dengan cara mengeluarkan sebagian harta benda tertentu yang telah mencapai nisab dan haul. Nisab dan haul berbeda-beda tergantung pada jenis harta benda tersebut. Zakat mal dibayarkan sebesar 2,5% dari total harta benda yang wajib dizakati.

Tabel Jenis-Jenis Zakat, Syarat, Nisab, dan Haul

| Jenis Zakat | Syarat | Nisab | Haul |
|—|—|—|—|
| Zakat Fitrah | Muslim, baligh, berakal | 3,5 liter makanan pokok per jiwa | 1 tahun |
| Zakat Emas dan Perak | Muslim, baligh, berakal | 96 gram emas atau 612,36 gram perak | 1 tahun |
| Zakat Hewan Ternak | Muslim, baligh, berakal | Kambing: 40 ekor; Sapi: 30 ekor; Onta: 5 ekor | 1 tahun |
| Zakat Perdagangan | Muslim, baligh, berakal | Senilai harga emas 20 dinar atau perak 200 dirham | 1 tahun |
| Zakat Pertanian | Muslim, baligh, berakal | Hasil pertanian yang dapat disimpan setahun | Masa panen |

FAQ Seputar Zakat

**1. Apa saja harta benda yang wajib dizakati?**

Harta benda yang wajib dizakati meliputi emas, perak, hewan ternak, hasil pertanian, dan barang dagangan.

**2. Bagaimana cara menghitung zakat mal?**

Zakat mal dihitung sebesar 2,5% dari total harta benda yang wajib dizakati.

**3. Kapan waktu penunaian zakat fitrah?**

Zakat fitrah dibayarkan mulai dari awal Ramadan hingga sebelum shalat Idul Fitri.

**4. Siapa saja yang berhak menerima zakat?**

Zakat berhak diterima oleh fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, orang yang berutang, orang yang berperang di jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan.

**5. Bagaimana jika seseorang tidak memenuhi syarat wajib zakat?**

Orang yang tidak memenuhi syarat wajib zakat tidak berkewajiban menunaikan zakat.

**6. Apakah zakat dapat ditunaikan dalam bentuk selain makanan pokok?**

Zakat fitrah hanya dapat ditunaikan dalam bentuk makanan pokok. Sedangkan zakat mal dapat ditunaikan dalam bentuk uang atau barang.

**7. Apakah zakat dapat ditunaikan secara online?**

Ya, zakat dapat ditunaikan secara online melalui lembaga amil zakat yang terpercaya.

**8. Apakah ada sanksi bagi orang yang tidak menunaikan zakat?**

Tidak ada sanksi secara hukum bagi orang yang tidak menunaikan zakat. Namun, menurut ajaran Islam, orang yang tidak menunaikan zakat akan mendapatkan dosa dan hukuman dari Allah SWT.

**9. Bagaimana cara menegakkan kewajiban zakat?**

Kewajiban zakat dapat ditegakkan melalui peran pemerintah, lembaga amil zakat, dan masyarakat umum.

**10. Apa manfaat zakat bagi perekonomian negara?**

Zakat dapat mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

**11. Bagaimana zakat dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan?**

Zakat dapat digunakan untuk membiayai program-program pembangunan yang berfokus pada pemberantasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan sarana prasarana.

**12. Apa saja tantangan dalam pengelolaan zakat di Indonesia?**

Tantangan dalam pengelolaan zakat di Indonesia meliputi kurangnya kesadaran masyarakat, lemahnya koordinasi antarlembaga amil zakat, dan adanya praktik pungutan liar.

**13. Bagaimana peran pemerintah dalam mengelola zakat?**

Pemerintah berperan dalam mengatur dan mengawasi pengelolaan zakat, memfasilitasi penyaluran zakat, dan memberikan dukungan kepada lembaga amil zakat.

Kesimpulan

Zakat menurut istilah adalah harta tertentu